Lounching program bantuan pangan non tunai (bpnt) tahun 2019 di balai kampung dwi warga tunggal jaya

tritunggaljaya.desa.id|30/07/2019 louncing program bantuan pangan non tunai dilaksanakan di kampung dwi warga tunggal jaya, kecamatan banjar agung, kabupaten tulang bawang, sambutan bupati tulang bawang Hj. Winarti, SE, MH. Dengan adanya bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu program bupati tersebut merupakan program yang selaras dengan pemerintah Indonesia yang dicanangkan oleh bapak presiden yaitu bapak Jokowidodo.

Disamping itu disampaiakan bupati bahwa di kabupaten tulang bawang yang dapat menerima bantuan pangan non tunai sejumlah 22.626 orang itu artinya bahwa setiap penerima pangan non tunai mendapatkan satu zak beras 10 (sepuluh) kilogram (beras premium) dan telor ayam 0,5 kg jika diperinci nominal dana Rp. 110.000, setiap 1 (satu bulan), mereka mengambil dengan menggunakan kartu ATM yang sudah ada dan bekerja sama dengan bank mandiri cabang tulang bawang.

Kedatangan bupati tulang bawang disambut camat banjar agung dan anggota IPSM kecamatan banjar agung. Doc.desa by ihwan

Dan dalam acara louncing tersebut para penerima datang langsung dan mengambil beras dan telor kepada petugas yang dibantu oleh Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) masing- masing kampung yang ada, dalam acara tersebut bupati tulang bawang langsung menyaksikan pembagian pangan non tunai dan disaksikan dinas sosial, kapolsek banjar agung, camat banjar agung, ketua TKSK tulang bawang dan kepala kampung.

Lounching bantuan pangan non tunai ini dihadiri dari berbagai elemen dan unsur masyarakat, yakni bupati tulang bawang Hj, Winarti, SE,MH, dinas sosial masyarakat bapak Ahmad Sukur, ketua TKSK ibu Rismayanti, camat banjar agung bapak Sudirman,SH, kepala cabang bank mandiri, kepala bulog tulang bawang, kepala kampung sekabupaten tulang bawang dan dibantu anggota PSM kecamatan banjar agung serta dihadiri pendamping desa sekecamatan banjar agung.

Sambutan bupati tulang bawang Hj, Winarti, SE,MH dihadapan para penerima kpm. Doc.desa by ihwan

Para sahabat dimana saja berada, sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi Widodo pada rapat terbatas tentang Program Raskin pada Juli 2016, penyaluran Raskin diganti dengan menggunakan kartu elektronik yang akan diberikan langsung kepada rumah tangga sasaran, sehingga bantuan sosial dan subsidi akan disalurkan secara non tunai dengan menggunakan sistem perbankan.

Sistem baru penyaluran bantuan pangan ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai. Bantuan sosial non tunai diberikan dalam rangka program penanggulangan kemiskinan yang meliputi perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, rehabilitasi sosial, dan pelayanan dasar. Program ini juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk menjangkau layanan keuangan formal di perbankan, sehingga mempercepat program keuangan inklusif. Penyaluran bantuan sosial secara non tunai kepada masyarakat dinilai lebih efisien, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, serta tepat administrasi.


Para penerima manfaat dari berbagai desa di tulang bawang dan pembagian beras disaksikan bupati tulang bawang dan dinas sosial. Dok desa by ihwan

Kartu elektronik yang dimaksud dapat digunakan untuk memperoleh beras, telur, dan bahan pokok lainnya di pasar, warung, toko sesuai harga yang berlaku sehingga rakyat juga memperoleh nutrisi yang lebih seimbang, tidak hanya karbohidrat, tetapi juga protein, seperti telur. Selain itu, penyaluran bantuan sosial non tunai juga dapat membiasakan masyarakat untuk menabung karena pencairan dana bantuan dapat mereka atur sendiri sesuai kebutuhan. Untuk menyalurkan bantuan sosial non tunai ini, diawali dengan pendaftaran peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan