Menjelang bulan syawal warga kampung tri tunggal jaya mulai padati tempat (tpu) mengapa?…

14/06/2018|tritunggaljaya.desa.id|Warga kampung tri tunggal jaya kamis sore hari mulai memadati tempat pemakaman umum (tpu) bahkan dari kemaren sore para peziarah di tempat pemakaman umum kampung tri tunggal jaya kecamatan banjar agung sudah mulai berdatangan,bahkan banyak dari keluarga ahli kubur yang jauh sengaja datang untuk berziarah.

Para peziarahpun ada yang datang secara sendiri ada juga bersama keluarganya mereka melakukan do’a-do’a,membacakan ayat-ayat suci Al-qur’an tujuanya yaitu : mendo’akan si mayit supaya dilapangkan kuburnya diselamatkan siksa kuburnya dan bagi peziarah mengingat kematian supaya bisa muhasabah diri dan selalu mengingat mati sebab semua yang bernyawa didunia pasti akan mati.

Para peziarah padati tempat pemakanan umum.doc.desa by Ihwan

Kagiatan ziarah kubur ini identik dengan warga nahdliyin (nu) yang merupakan kampung tri tunggal jaya mayoritas adalah warga Nahdlatul Ulama ahlussunnah waljama’ah, dan rencana sehari sebelum ramadhan akan dilaksanakan ziarah yang di sponsori oleh fktpq pimpinan ustdz.Hi.Rajiman dan pengasuh ponpes sunan kalijogo gagal dikarenakan Allah SWT menurunkan hujan sampai malam sehingga acara ziarah santri tersebut tidak bisa dilaksanakan ini merupakan dalam rangka memberikan bimbingan atau pendidikan kepada putra-putri kita semua dan mengapresiasi tradisi (kebiasaan) sebagian besar kalangan umat islam yang ada di Indonesia.

Bahkan hampir setiap datangnya bulan suci ramadhan dan satu syawal banyak umat islam berduyun-duyun mendatangi tempat pamakaman (ziaroh) untuk mengirim do’a kapada ahli kubur, berkaitan dengan hal tersebut diatas,maka tujuannya :

  1. Supaya generasi menjadi generasi yang ingat akan mati
  2. Agar generasi kita dalam melakukan ziaroh kubur tidak keluar dari ajaran islam (salah niat)
  3. Agar generasi kita menjadi generasi yang mau berziarah kubur

Pengertian ziarah adalah mengunjungi kemakam untuk mendo’kan akan penghuni/ahli kubur supaya selamat dan amal ibadahnya diterima Allah Swt, dalam berziarah kubur tentu ada tatacara berziarah yaitu mengucapkan salam, dan tata cara lain yaitu melepaskan sandal,dari abi daud ra berkata : ‘aku melihat imam ahmad jika beliau mengiringi jenazah dan telah mendekati areal kubur beliau melepas sandalnya’.

Peziarah sedang membacakan ayat suci Al-qur’an.doc.desa by Ihwan

Dan diantara tata cara yang lain yaitu Tidak melangkahi kabur, Tidak duduk diatas nisan (kijing), Memintakan ampunan kepada Allah untuk simayat,Tidak bercanda ketika berziarah dan Menjauhi atau menghindari perkataan bathil seperti meratap,menangis dengan meraung-raung, Sabda Nabi Saw : barang siapa yang menangisi dan diiringi ratapan maka ia akan merasa tersiksa pada hari kiamat.

Mengingat mayoritas warga Indonesia adalah warga nahdliyin tentu menjelang tibanya bulan ramadhan ini masyarakat berbondong-bondong untuk berziarah dan mendo’akan ahli kuburnya,hal-hal yang perlu diperhatikan dan dibolehkan dalam berziarah kubur adalah : bertawassul,membaca surat yasiin,membaca tahlil dan berdo’a kepada Allah untuk ahli kuburnya yang sudah meninggal dunia.red hal.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan