Kegiatan safari ramadhan karang taruna kampung tri tunggal jaya 1439 H

Ust. Ikar Skardi sedang mengisi tausiyah agama menjelang berbuka puasa

tritunggaljaya.desa.id|29/05/2018.Kegiatan safari ramadhan 1439 H yang diadakan oleh pemuda karang taruna kampung tri tunggal jaya ini merupakan kerja sama dengan pengurus masjid munasah Al-Tuba / Masjid aceh yaitu Hi. Maskur serta imam besar masjid aceh Habib Misbahul Munir (al-habib) Rw 01/Rt 08 yang dihadiri oleh juru tulis kampung tri tunggal jaya dan aparatur serta seluruh pengurus pemuda di masing-masing dusun serta tokoh masyarakat.

Kegiatan rutin setiap tahunya yang diadakan oleh pengurus karang taruna yaitu bapak Eko Gunawan ini merupakan momen untuk saling silaturrahmi bahkan lebih dari itu untuk memberikan wawasan bagi seluruh pemuda sebab diacara tersebut diadakan tausiyah agama sehingga didalam penyampaianya kita bisa ambil ilmu dan hikmahnya, acara bukber ini diadakan secara sederhana yang disambut dengan meriah oleh struktur kepemudaan dan jamaah masjid aceh.

Suasana para jama’ah sedang mendengarkan tausiyah agama. Doc. By Ihwan

Pelaksanaan buka bersama yang diadakan sederhana ini dengan penuh hikmah mendengarkan tausiyah agama oleh Ust. Ikar Sukardi, beliau menyampaikan dalam tausiyahnya bahwa umat Muhammad SAW umurnya pendek-pendek akan tetapi pahala umat Muhammad dilipat gandakan tidak seperti umat sebelumnya, Seperti halnya dibulan suci ramadhan bila kita mengerjakan ibadah maka pahala kita akan di lipat seperti malam lailatul qadar.

Malam lailatul qadar seperti yang dikisahkan pd zaman musa, ada salah seorang yang bernama yaitu Sam’un umur 600 thn mempunyai kekuatan dari rambutnya atau dibilang (karomah), pada suatu hari masyarakat sangat tidak senang dengan keberadaan sam’un mereka berusaha untuk menghabisa sisam’un akan tetapi mereka selalu tidak berhasil sebab sam’un adalah mempunyai kekuatan dan kekebalan tubuh yang luar biasa.

Suasana para jama’ah dari karang taruna dan masyarakat sekitar didalam dan teras masjid.doc.desa by Ihwan

Kekuatan yang ada pada sam’un adalah pada rambut dan kelemahanya juga ada dirambut juga, Sehingga masyarakat sekitar dengan membujuk istri sam’un untuk membuka atau menceritakan kelemahanya suaminya, karena istri sam’un adalah seorang istri yang tidak taat atau membangkang kepada suami maka dia pun menceritakan kelemahan sang suaminya, sehingga akhirnya sam’un pun diikat dan rambutnya dipotong dengan gunting emas sehingga dipotonglah kedua tangan dan kakinya.

Sejak itu si sam’un berdo’a untuk disisa umurnya untuk beribadah kepada Allah Swt, dari sejarah ini bahwa umat terdahulu memang umur panjang akan tetapi pahala yang mereka kerjakan tidak bisa berlipat ganda lain dengan umat Nabi Muhammad beribadah satu malam sama pahalanya dengan 84 tahun atau sama dengan seribu bulan.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan