Masjid khoirul amal adakan isro’ mi’roj secara sederhana

tritunggaljaya.desa.id 14/05/2018 Masjid khorul amal adalah tempat sarana ibadah umat islam khususnya yang ada dilingkungan Rw 05/Rt 02 kampung tri tunggal jaya merupakan masjid yang pembangunannya diadakan secara swadaya masyarakat lingkungan.

Acara peringatan isro’ dan mi’roj pada tanggal 13/05/2018 pukul 19.30 wib ini sudah merupakan agenda kegiatan pengurus maajid atau panitia peringatan hari besar islam (phbi) yang sebelumnya sudah diadakan musyawaah atau rapat pengurus,panitia dan tokoh masyarakat serta masyarakat yang ada di dusun V (lima) dan IV (empat) kampung tri tunggal jaya kecamatan banjar agung.

Para jama’ah sedang mengalunkan bacaan shalawat nabi yang di pandu oleh bapak budiono.doc.by Ihwan

Pelaksanaan acara isro’ mi’roj berlangsung dengan sedarhana dan khidmat ini yang dihadiri dari seluruh elemen masyarakat baik tokoh agama,tokoh masyarakat,pemuda dan aparatur kampung tri tunggal jaya dengan alunan shalawat nabi yang di bawakan oleh bapak budiono.

Pemaparan tentang arti peringatan isro’ mi’roj ini yang di sampaikan oleh ky.H.Jupri Ismail dari gedung aji lama f2 bogatama kecamatan penawar tama adalah setiap individu muslim harus mempunyai keyakinan yang teguh tentang islam yang sebenarnya,Sebab jika kita tidak maka keraguan akan menerpa seorang hamba mengapa demikian isro’ mi’roj adalah perjalanan utusan Alloh menuju langit yang ke-tuju dalam waktu 1 (satu) malam.

Ky.H.Jupri Ismail sedang mengisi tausiyah dihadapan para jama’ah.doc.by Ihwan

Dalam perjalanan menuju atau berjumpa dengan RobNya bahwa Rosulullah menerima peeintah Allah untuk melaksaakan sholat sebanyak 50 raka’at,dalam perjalanan pulangNya beliau bertemu dengan Nabi Ibrahim,Musa dan nabi yang lain,kemudian bwliau menceritakan pertemuanya dengan Allah kepada nabi musa bahwa dirinya (Muhammad saw) mendapat tugas bahwa umatku untuk menjalankan sholat sebanyak 50 raka’at,akan tetapi nabi Musa meminta nabi Muhammad untuk bertemu dan menghadap kepada Allah lagi supaya mendapat keringanan dalam ibadah shalat sebab umatku saja yang besar-besar dan tinggi saja tidak sanggup untuk mengerjakan perintah tersebut.

Lalu beliau menghadap kepada Allah memohon untuk meringankan ibadah shalat kepada umatku sehingga Allah Swt mengabulkan permintaan Nabi Muhammad sehingga menjadi 17 (tujuh belas) raka’at atau 5 (lima) waktu: isya’,subuh,dzuhur,asar dan magrib seperti yang kita lakukan ini.

Sambutan kepala kampung yang diwakili oleh bapak Ien Lio Saputtera dihadapan para jama’ah.doc.by Ihwan

Dalam kegiatan tersebut sambutan dari kepela kampung yang diwakili oleh bapak Ien lio saputra (ketua Rw 05) beliau menyampaikan kepada jamaah yang hadir untuk selalu mengadakan gotong royong jum’at bersih ataupun minggu bersih silingkungan masing-masing serta mengadakan ronda malam kepada semua masyarakat tri tunggal jaya.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan