Gotong-royong tradisi kampung Tri Tunggal Jaya sejak lama

tritunggaljaya.desa.id.24/03/2018,Rumah Mawisah(almarhumah) merupakan rumah yang sudah tua,Bangunan tersebut merupakan rumah tempat beliau berdiam sa’at masih hidup dan rumah tersebut sudah cukup lama tidak didiami/dihuni sejak beliau wafat pada bulan Nopember 2017 yang lalu beliau adalah seorang janda yang ditinggal suaminya sejak lama.

Bahkan beliau hidupnya selalu berpindah-pindah tempat dan terakhir beliau tinggal diatas lahan pekarangan adik kandungnya yaitu beliau Bapak Muhammad Tahir,Setelah kurang lebih tujuh tahun tinggal dan dekat rumah adik kandungnya akhirnya janda tua Ibu Mawisah meninggal pada bulan Nopember 2017 yang lalu.

</p aling="Pengangkatan kerangka rumah menuju lokasi baru.doc.desa.by Ikhwan

.

Rumah paninggalan beliau kini tidak ada yang menepatinya hingga pada akhirnya dibongkar dan dipindahkan dibelakang rumah Bapak Basuni yang tidak jauh dari tempat asal sehingga nantinya akan ditempati dan difungsikan oleh cucu almarhumah yaitu Khoirul Rohmat sehingga rumah peninggalan beliau tidak sia-sia.

Gotong-royong dikampung Tri Tunggal Jaya merupakan tradisi/budaya desa yang sudah lama mereka amalkan bahkan dari nenek moyang mereka gotong-royong mengangkat rumah ini sudah sering dilaksanakan di kampung khususnya dusun V ini,Dan dusun V Rt IV merupakan banyak penduduk pendatang dari berbagai daerah dan banyak suku Bali yakni bali muslim yang datang dari seputih banyak dan dari pulau bali bahkan didominasi suku bali muslim dengan jumlah 22 kepala keluarga dengan jumlah 88 jiwa.

Suasana kerangka rumah sudah tiba ditempat.doc.by.Ikhwan.

Budaya dan tradisi bali muslim di Rt IV sangat kuat bahkan kegiatan-kegiatan yang ada dilingkungan masih terasa dengan adanya adat istiadat yang dilakukan dan masih sesuai dengan kondisi yang bisa diterima masyarakat dan tidak menyimpang dari ajaran Islam kususnya.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan